Soto Kadipiro, Soto Legendaris Di Jogjakarta

Siapa suka masakan yang berkuah bening ini? Dinikmati selagi panas atau hangat. Ditambah sambal,wuihh mantap. Apalagi kalau bukan Soto. Menu satu ini benar-benar segar dinikmati selagi panas. Soto merupakan masakan khas Indonesia, tersebar di semua daerah. Walaupun dari rasa, olahan, bahan kadang-kadang tak sama masing-mading daerah. Mulai dari soto asli Jogja yang cenderung bening dan seger, soto ala Jawa Timuran dengan Soto Lamongannya, sampai soto ala Banjarmasin atau sering disebut Soto banjar dan masih banyak lagi yang lain.

Berkunjung ke Jogja, menu soto pun juga banyak tersedia. Nah tapi ada salah satu soto asli Jogja yang melegenda disini. Soto yang melegenda itu bernama Soto Kadipiro. Dinamai Kadipiro, karena warung Soto ini berada di daerah Kadipiro. Namun di daerah Kadipiro ini ada banyak warung soto juga dengan sign board Soto Kadipiro. Lalu bagaimana dengan Soto Kadipiro yang asli? Hanya ada satu yang dianggap asli dari pertama kali buka. Soto Kadipiro yang asli justru ada di utara jalan Wates. Tepatnya di jl. Wates No.33, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Warung ini buka dari 07.30 – 14.00 WIB. Bahkan sering sudah habis dipukul 13.00 WIB. Jadi usahakan jangan datang ke tempat ini setelah pukul 13.00 WIB.

Sekilas Soto Kadipiro

Warung Soto Kadipiro ini memiliki suasana khas tempo dulu. Bangunan bagian depan warung soto ini memang sengaja dipertahankan. Warungnya kecil dengan sign boardnya juga kecil, bahkan cenderung tidak terlalu kelihatan. Akan lebih gampang mencari karena terletak di samping Resto Waroeng Steak & Shake yang juga sudah cukup tersohor. Dan ingat, Soto Kadipiro yang asli hanya menjual Soto ayam saja, bukan soto sapi. Soto Kadipiro yang asli ini hanya menjual soto ayam yang disajikan dicampur dengan nasi atau terpisah dengan nasi. Anda boleh pilih sesuai selera, mau soto campur atau soto pisah. Soto campurnya enak, campuran aroma nasi hangat dengan kuah soto panas membuat sajian sempurna. Walaupun hanya soto ayam saja yang tersedia disini. Namun menu pendamping atau lauk tersedia dengan berbagai macam menu. Tentunya menu pendamping ini bisa menambah nikmatnya soto. Menu pendamping disini banyak, ada perkedel, tempe goreng, sate telur puyuh, ayam paha atas (bahasa jawanya: gending) dan ayam tanpa tulang, tahu, tempe bacem, sate telur puyuh, mendoan, peyek, emping besar, kerupuk, rambak, ati goreng juga ada. Soto Kadipiro biasanya dihidangkan dengan perkedel kentang. Perkedelnya ini menambah gurih soto. Makin banyak ayam, makin lezat kaldunya. Soto plus ayam tanpa tulang yang dicampur dengan bawang goreng juga lezat. Ditambah sambal dan juga kecap, tentunya bisa menambah nikmat soto. Kecap manisnya ini menggunakan merk lokal dari Purworejo, yang rasanya enak. .

Masuk ke dalam warung anda akan menemukan dua ruangan yang digunakan pengunjung  untuk menikmati sajian soto. Kursi-kursi dan meja  untuk menikmati sajian soto tertata rapi. Terdapat pula tempat duduk pengunjung yang unik, yakni menghadap peracik soto. Tempat duduk ini dengan desain  memanjang di depan peracik soto. Sehingga dari sini pengunjung bisa melihat langsung bagaimana soto ini diracik. Berbagai lauk pun disajikan di baskom besar yang tertata di depan meja racikan. Jadi di kursi panjang ini anda bisa menikmati soto sambil melihat cara meracik soto. Untuk minuman yang tersedia anda bisa memesan teh atau jeruk panas dan dingin. Ada juga limun sarsaparela. Untuk limun sarsaparela seharga Rp 9000 per botol. Ini termasuk minuman khas yang biasa dicari pengunjung.

Soto Kadipiro memiliki kelezatan yang khas. Rasa lezatnya dihasilkan kaldunya. Kuahnya relatif lebih gurih dengan rasa manis sedikit. Hasil perpaduan bumbu kemiri dan kunir membuat kuahnya bening (tidak pekat) semu kuning, segar. Kaldu ayamnya bercampur dengan bumbu soto menjadikan soto ini istimewa. Membuat kaldu soto yang enak bergantung jumlah ayam yang diolah. Semakin banyak daging ayamnya, kaldunya pun semakin lezat. Soto Kadipiro dalam sehari jumlah ayam kampung yang diolah bisa sampai 150 ekor, (kusus hari Sabtu dan Minggu). Untuk hari Jumat sejumlah 123 ekor dan hari-hari biasa sejumlah 75-80. Selain itu ayam dimasak adalah ayam yang masih fresh. Ayam disembelih pagi hari kemudian langsung dimasak dan diracik dengan bumbu. Cara mengolahnya pun secara traditional. Kuah soto dari kaldu ayam jawa  yang diberi bumbu dimasak dengan kuali tanah liat berbahan bakar kayu. Menjadikan aromanya  sedapnya nampol. Ini salah satu yang membedakan kuah soto Kadipiro dengan soto-soto lainnya. Cita rasa soto ayam kampung yang gurih, nikmat dan rasa yang khas. Dengan rasa yang lezat ini maka wajar harga satu porsi soto disini sekitar Rp 15.000 (soto campur) sampai Rp 18.000 (soto pisah ).

Siapa pemilik Soto Kadipiro

Sudah ribuan pelanggan silih berganti merasakan nikmat kelezatan soto ini dari zaman ke zaman. Pergantian rezim dari masa ke masa warung Soto Kadipiro masih menyajikan soto bercita rasa lezat dengan bumbu yang tidak berubah. Kualitas bumbu dan masakan yang tidak berubah inilah yang menjadikan penggemar Soto Kadipiro terus beregenerasi. Maka tidak berlebihan jika Soto Kadipiro ini menjadi pioner soto ayam kampung berkuah bening di Yogyakarta. Berbeda dengan daerah lain, soto ini tak dicampuri dengan santan, susu, atau rempah-rempah yang membuatnya menjadi kental.

Adalah Karto Wirjoyo, sang peracik Soto Kadipiro sehingga menjadi soto yang legendaris di Jogja.  Soto Kadipiro ini ada sejak tahun 1921. Jadi kini usianya Soto Kadipiro sudah hampir 1 abad, sekitar 97 tahun. Soto Kadipiro menjadi legendaris karena mempertahankan kelezatannya. Kesuksesan Karto Wirjoyo menciptakan Soto yang melegenda ini berawal dari tenda kecil di daerah Kadipiro. Tak menyangka bahwa soto yang dijual dengan dipikul oleh Karto Wirjoyo ini bisa melegenda dan tetap eksis sampai saat ini.  Sekitar tahun 1928 Karto Wirjoyo barulah membuka warung di daerah Kadipiro. Sampai saat ini sudah generasi ketiga yakni ibu Sri Sundari (59).

Tips Mengunjungi Soto Kadipiro

Menikmati soto memang cocok diwaktu pagi. Panas-panas untuk menu sarapan pagi. Ditambah dengan lauk perkedel atau gorengan lain. Atau juga bisa pakai ayam tanpa tulang yang dicampur bawang goreng ditambah sedikit kecap manis. Jika ingin menikmati soto Kadipiro dengan nyaman, belum banyak pengunjung, datanglah pagi. Selain itu harus menghindari waktu weekend. Karena waktu weekend relatif banyak pengunjung. Para pengunjung bukan hanya dari Jogja saja, tapi dari luar kota Jogja pun ada. Pesan soto sesuai selera, soto campur atau soto dipisah. Minumnya bisa pesan jeruk es/hangat. Kalau anda ingin nambah soto untuk dibawa pulang, Soto Kadipiro tidak memberikan plastik, jadi anda wajib membawa sendiri wadah / rantang untuk pesan dibawa pulang. Jadi siapkan rantang untuk membawa pulang ya. Nah, tunggu apa lagi, ajak keluarga, kawan-kawan untuk menikmati Soto yang legendaris ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version